Saat kita memasuki awal bulan Mei tahun ini, kita serasa di hentakkan dengan jargon 100 tahun kebangkitan bangsa ini. Seluruh stasiun televisi menggelorakan semangat tersebut. Walaupun pada hari ini udah lewat hari kebangkitan itu, tapi para stasiun TV berhasil tetap menggelorakan semangat tersebut, ya.. paling tidak kita kembali di paksa untuk merefleksikan makna kebangkitan dan nasionalisme.
Dan momentnya tambah heboh dengan dikeluarkannya kebijakan pemerintah mengenai sektor paling sentitif di bangsa ini, yaitu BBM. Dimana menuai banyak protes dari masyarakat luas. Paling tidak itu yang musti di terima pemerintah guna membuat keuangan negara ini lebih sehat, terbukti devisit APBN cuman 2%
Pribadi aku pikir, sektor sensitif ini (BBM) harusnya sudah tidak di subsidi lagi oleh pemerintah. Karena subsidi, membuat manusia indonesia manja. Karena yang ada di pikirn kita semua adalah , kita ini adalah bangsa yang sangat kaya. Padahal itu mungkin saat ini, kita ga tau 50 th mendatang. Dan pada saat itu anak dan cucu kita masih ada. Harusnya terus kita jaga kelangsungannya.
Sehingga paling tidak dengan kebijakan ini, orrang indonesia mempunyai caara berfikir yang berbeda terhaadap kekayaan alam kita. Ga cuman minyak, tapi hutan, laut . Jarang sekali pemikiran untuk how to repair, how to create... yang ada adalah bagaimana cara menghabiskannya untuk mendapatkan keuntugan yang sebesar - besarnya bagi dirinya sendiri. Ini yang mulai terbentuk.
Mungkin aku terlalu muluk ngomongnya...tapi ini beneran terjadi..
Sudah lama sekali perasaan sedih ini ada..., sangat menyiksa. Terkadang aku tidak menjadi diri sendiri. Hanya memainkan peran. Demi sesuatu yang irrasional : Uang!!
Semakin sadar aku akan kebohongan ini , semakin aku tersiksa. Apa boleh buat.., aku belum mendapatkan kebebasan finansial.
Semiga tidak saja aku. Semoga aku tidak sendiri...
Semoga perasaan kita sama
Posted at 03:45 am by DIANK