Blognya Dian....



Me..

DIAN
-----------------------
Malang Asli

12 Mei
-----------------------
Ngefans banget ama Pramudya, Jean Paul Sartre, Ayu Utami, Gunawan muhammad, Nietzche, Seno gumira, n Karl May, Dan brown, Tan Malaka, Bung Karno, Bung Hatta, Soe Hok Gie, Putu Wijaya, Andrea hirata.
----------------------

My Email : Kurniasari_dian@yahoo.com

   

<< August 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed




Wednesday, August 27, 2008
Laku kritik

Adalah aku dapatkan dari buku yang belum juga aku selesaikan... Bilangan Fu. Dimana tulisan mengenai Laku kritik di lakukan oleh tokoh utama.. Lku kritik tidak saja di alami oleh Parang jati , dalam tokohnya Bilangan Fu. Aku pun juga merasakan. Seperti juga yang dirasakan parang jadi, hati ini Kosong..

Terkadang kita mengkritisi sebuah fenomena jelas dengan logika, tapi tidak anti terhadapnya. Hanya kritis. Hmm... sangat manusiawi , aku rasa. Aku merasa sangat senang dan cocok dengan peran Parang jati. Dia berkembang dengan dialektika dari informasi, pengetahuan , informasi yang diterimanya. Aku katakan ada dialektika. Tidak ujug - ujug berkesimpulan. Informasi sepeeerti halnya data baginya. Yang akan di oleh nantinya. Tapi perlahan , menunggu maching dengan data yang lain. Menakjubkan. Itulah intinya perkembangan manusia.

Menjadikan diri kita atau orang lain , dapat melihat permasalahn dengan kaca mata yang sama adalah perjuangan. Apalagi melihatnya dengan posisi yang lebih tinggi, sehingga kita mengetahui dimana posisi kita  dalam sistem tersebut, butuh kearifan dan kesadaran.

Acapkali aku melakukan laku kritik, tapi tidak bisa melepaskan hal tersebut. dikarenakan adanya sebuah ikatan dengan hal tersebut yang membuat kita tidak melepaskannya. ada kepentingan di sini. Misalnya, yang sering aku ceritakan mengenai pekerjaan ini. seharusnya ini semua yang aku kerjakan irrasional, karena di kendalikan oleh uang. Dimana uang itu irrasional. Tapi aku tidak bisa melepaskannya. aku tetap menjalaninya. Seperti ini.

Laku kritik, nantinya akan menjadi perwujudan sikap dari manusia yang masih dalam gray area. Dan itu menyakitkan, menyedihkan, tapi akan lebih kritis dan tajam.

Posted at 05:54 am by DIANK

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry